Kalau Anda pernah mendapat teguran “jangan suka membeo”,
entah dari keluarga atau sahabat, itu maksudnya mengingatkan untuk tidak suka
menirukan ucapan atau tindakan orang lain. Beo memang dikenal sebagaii burung
yang pandai menirukan suara manusia, tentu melalui latihan berulang-ulang.
Namun membeo juga asyik lho, sepanjang istilah itu disepakati sebagai akronim
dari “memelihara beo”.
Ada 4 spesies beo di dunia ini, satu di antaranya adalah Gracula
religiosa yang terdiri atas sembilan subspesies dan hampir separonya
dijumpai di Indonesia. Subspesies yang ada di Indonesia ini adalah:
- Beo sumbawa (Gracula religiosa venerata): habitat Sumbawa, Bali, Timor, dan Nusa Tenggara.
- Beo fLores (Gracula religiosa mertensi): Flores, Pantar, dan Alor.
- Beo batu ( gracula religiosa batuensis): Batu daK kepulauan Mentawai.
- Beo jawa (Gracula religiosa religiosa): Jawa, Bali, Sumatera, Bangka, Kalimantan, dan Malaysia.
Bagaimana dengan beo nias? Beo nias merupakan spesies
tersendiri, dengan nama ilmiah Gracula robusta. Spesies ini banyak
dijumpai di Pulau Nias serta pulau-pulau kecil di sebelah barat Sumatera
seperti Pulau Babi, Tuangku, dan Bankaru.
Beo enggano juga merupakan spesies tersendiri, yaitu Gracula
engangensis, dengan habitat di Pulau Enggano dan beberapa pulau kecil
di sebelah baratdaya Sumatera. Dengan demikian, tiga spesies beo ada di
Indonesia. Satu spesies lagi adalah beo srilanka (Gracula ptilogenys) yang
merupakan burung endemik di Srilanka.
Dari enam jenis beo yang ada di Tanah Air, yang terpopular
adalah beo jawa, yang bahkan banyak dipelihara masyararakat di Asia dan Eropa.
Jika Anda melihat beo di sejumlah pasar burung, umumnya adalah beo jawa dan beo
india (Gracula religiosa intermedia) yang berasal dari India,
Indochina, dan China.
Kepintaran beo dalam mengolah vokal sehingga bisa
mengucapkan kalimat-kalimat yang biasa diucapkan manusia membuat burung ini
menjadi salah satu objek perdagangan dan perburuan di seluruh dunia termasuk di
indonesia.
Salah satu jenis beo yang paling terkenal kepintarannya
adalah beo nias. Namun perburuan liar yang tidak terkendali menyebabkan beo
nias diambang kepunahan, sehingga kini menjadi salah satu burung yang
dilindungi dengan undang-undang.
BEO NIAS BISA DIBEDAKAN DARI UKURAN TUBUH DAN JAWERNYA
Karena itu, omkicau.com menyarankan Anda untuk tidak
memelihara beo nias, sebab dianggap memiliki burung langka yang dilindungi,
dengan sanksi pidana cukup berat. Yang paling aman adalah memelihara burung beo
jawa atau beo india.
Saat ini banyak pasar burung di kota besar yang menjual beo
dalam beragam umur, mulai dari anakan, burung muda, hingga burung dewasa.
Seperti dijelaskan di atas, yang beredar di pasaran umumnya beo jawa dan beo
india.
Beo jawa memiliki penampilan yang mirip dengan beo nias,
hanya saja ukuran tubuh beo jawa lebih kecil. Panjang tubuh beo jawa, diukur
dari ujung paruh hingga pangkal ekor rata-rata 29-30 cm. Sedangkan beo nias
bisa mencapai 36 cm.
Selain itu jawer pada beo jawa juga berbeda dari beo nias.
Jawer adalah semacam jengger. Pada ayam, jengger berada di atas kepala kepala,
berwarna merah, serta umumnya bergerigi dan berdiri tegak (meski ada pula yang
menjuntai ke samping).
Pada beo, jengger tidak tumbuh di atas kepala, melainkan di
belakang kepala dan berwarna kuning. Jawer beo nias memanjang ke belakang.
Sedangkan jawer beo jawa tidak terlalu panjang.
BEO JAWA DENGAN JAWER YANG BERBEDA DARI BEO NIAS
Perilaku dan kebiasaan beo
Beo termasuk burung yang mudah jinak dan cepat akrab dengan
manusia. Rasa ingin tahunya sangat besar menjadi salah satu sebab mengapa ia
mudah bersahabat dengan manusia, terutama yang memeliharanya.
Burung cerdas ini juga senang diperhatikan. Kalau sudah
jinak, dan tidak berada di kandang, ia akan senang bertengger di pundak
majikannya. Bahkan, kalau sedang kesepian di rumah, Anda bisa bercanda dengan
si beo sambil mengucapkan kosakata tertentu, yang terkadang membuat kita
tertawa terbahak-bahak.
Usahakan memelihara sejak kecil
Jika ingin membeli beo, usahakan memilih yang masih anakan,
atau setidaknya masih berumur muda. Boleh jantan atau betina, karena kepintaran
dan kemampuan burung ini dalam menerima pelatihan tidak tergantung dari jenis
kelamin.
Kalau membeli dari penangkar, mungkin Anda berkesempatan
memilih anakan yang masih diloloh induknya. Jadi begitu membeli, Anda setiap
hari mesti meloloh anakan beo sambil melatihnya bicara. Secara alami akan
terbangun hubungan batin, apalagi burung muda menyimpan segala peristiwa dalam
memorinya jauh lebih baik daripada burung dewasa.
Setiap meloloh, kita memasukkan 1-2 kosakata baru. Dengan
cara ini, anakan beo sudah mulai bisa berbicara sepatah dua kata dalam waktu
1-2 bulan. Uraian lebih lanjut bisa dilihat pada Tips melatih bicara di
bagian bawah halaman ini.
RAWAT BEO DARI ANAKAN AGAR LEBIH PINTAR BICARA
Perawatan harian
Makanan kesukaan beo antara lain buah-buahan, serangga
(jangkrik, belalang), ulat jerman, dan sebagainya. Sedangkan makanan utamanya
berupa voer yang berbutir besar.
Sediakan air minum yang bersih dan matang. Untuk menjaga
kondisinya tetap prima, biasakan mengkonsumsi multivitamin, minimal 1-2 kali
dalam seminggu. Banyak kok multivitamin untuk burung yang beredar di pasaran,
misalnya BirdVit.
Kebersihan kandang juga harus selalu dijaga, agar terbebas
dari cemaran amonia dari kotorannya sendiri, tungau, kutu, semut, jamur,
bakteri, dan penyakit lainnya (cek di sini untuk
mengatasi gangguan kutu dan parasit pada beo).
Usahakan beo setiap hari mandi (bukan dimandikan). Caranya,
masukkan bak / karamba mandi berisi air ke dalam kandang. Biarkan burung mandi
kapanpun ia mau. Setiap pagi, setidaknya dalam rentang waktu pukul 07.00 –
10.00, beo memperoleh sinar matahari untuk memperoleh asupan provitamin D yang
membantu pertumbuhan tulangnya serta menekan potensi berbagai jenis penyakit.
Sekilas penangkaran beo
Bagi yang ingin menangkaran burung beo, sediakan kandang
aviary ukuran medium (misalnya panjang 100 cm, lebar 100 cm, tinggi 200 cm).
Bisa juga menyesuaikan dengan ukuran kawat kassa (90 cm x 90 cm x 180 cm).
Sediakan beberapa ranting pohon di dalam kandang penangkaran.
Di habitat aslinya, sepasang beo akan bersarang di lubang
pepohonan dengan ketinggian 10 – 40 meter dari permukaan tanah. Tetapi di dalam
penangkaran, Anda bisa menyediakan glodok sarang yang digantung di posisi yang
tinggi. Jangan lupa menyediakan beberapa bahan penyuun sarang seperti daun
kering, serat kelapa atau nenas, ranting, daun cemara, rumput kering, jerami
dan serat rami.
Beo betina akan bertelur sebanyak 2-4 butir, berwarna hijau
kebiruan dengan bintik-bintik kecokelatan. Induk jantan dan betina mengerami
telurnya secara bergantian selama 14-15 hari. Setelah menetas pun, pasangan ini
secara bergantian meloloh anak-anaknya hingga piyikan berumur 25 – 28 hari.
Tip melatih bicara
Hampir semua binatang peliharaan memerlukan perhatian dan
kasih sayang dari majikannya. Demikian pula dengan beo. Apabila kita sering
berinteraksi, termasuk aktif melatihnya bicara, maka beo pun akan menuruti apa
kemauan kita. Sebaliknya jika kita abai terhadapnya, beo sepintar apapun sulit
untuk dilatih bicara.
Selain kasih sayang, kesabaran juga menjadi modal utama
dalam melatih beo bicara. Ya, seperti kalau kita mengasuh anak atau keponakan
yang masih balita, diperlukan kesabaran untuk memberinya pengertian.
Latihan yang diberikan kepada beo, baik pada anakan beo
maupun beo dewasa, mesti dilakukan secara bertahap. Tidak usah membuat target
waktu tertentu, karena justru akan menjadi beban bagi Anda yang mengganggu
semangat Anda dalam melatih.
Perasaan kecewa juga dapat menimpa beo yang punya perasaan
sensitif. Siapa tahu ketidaktaatan pada perintah Anda adalah reaksi
kekkecewaannya terhadap sikap Anda sendiri. Secerdas apapun beo, dia tetap
tidak bisa dan tidak boleh disamakan dengan anak kecil yang dalam suatu periode
waktu tertentu sudah dapat berbicara (inilah salah satu bukti bahwa manusia
adalah makhluk paling sempurna).
Latihan juga harus dilakukan secara konsisten dan disertai
dengan ketulusan. Setiap perkataan atau frase yang diajarkan harus ditunjang
oleh arti atau tanda yang dapat membedakannya dari perkataan yang lain.
Sebagai contoh, saat matahari terbit secara rutin dan
berulang-ulang, ajarilah burung beo untuk mengucapkan “selamat pagi”.
Sebaliknya, ketika matahari mulai terbenam, ucapkan “selamat malam” kepadanya.
Dari perbedaan waktu antara pagi dan malam itulah si burung akan menyadari
makna dari kedua perkataan tersebut.
Demikian pula ketika Anda mau pergi, atau justru ketika baru
pulang ke rumah. Kalau Anda ingin beo bisa beruluk salam “assalaamu ‘alaikum”,
maka ketika pulang ke rumah atau mau pamit keluar rumah, ucapkan kalimat
tersebut. Beo akan merekam dalam memorinya, bahwa orang yang mau pergi atau
barusan pulang akan mengucapkan kalimat tersebut.
Yang penting diingat, jangan memberikan materi secara
berlebihan, karena membuat memorinya kehilangan kemampuan untuk merekam
sebagian atau bahkan semua materi yang diajarkan. Dalam sehari, idealnya cukup
1-2 kosakata saja.
Selain itu, ucapkan kosakata hanya berkaitan dengan apa yang
dilihat burung saja. Jika tidak, sebaiknya tidak mengucapkan kosakata lain:
Contoh:
- Katakan “mandi dulu!” saat beo akan mandi / dimandikan, dan jangan mengatakan kata itu apabila tidak akan dimandikan.
- Katakan “bos, ada tamu” pada saat Anda kedatangan tamu. Jika tidak ada tamu, ya jangan katakan frase tersebut.
- Katakan “sepi sekali” apabila tidak ada orang.
- Katakan “mau brokoli?” saat beo dikasih makan brokoli. Apabila dia tak mau makan dan makanan tersebut dikeluarkan lagi, katakan “tidak mau”.
Sebelum beo benar-benar mahir bicara, sebaiknya jangan
terlalu sering bercanda yang berpotensi mengacaukan memorinya. Misalnya, Anda
menawarkan makanan tapi tidak pernah diberikan kepada beo.
Satu hal lagi, jangan membiasakan melatih beo dengan
kata-kata yang jorok. Karena jika sudah mahir, orang lain yang mendengar pasti
tahu kalau Anda suka bicara jorok (he..he..).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar